Category Archives: Telekomunikasi

Melacak Lokasi Keberadaan No HP

Lacak HP

Lacak HP

Di zaman serba modern sekarang ini setiap orang telah menggunakan Teknologi untuk sarana berkomunikasi, menghubungi Saudara Kerabat serta teman-teman sekedar untuk saling sharing informasi atau sekedar untuk mengobrol, HP (Hand Phone) salah satu teknologi yang flexible, mobile bisa dibawa kemana-mana dengan mudah, Teknologi ini sangat membantu masyarakat utuk berkomunikasi dengan kerabat yang ingin dihubungi dalam jarak yang sangat jauh, baik setidaknya karena HP adalah teknologi yang sangat familiar dan sangat dikenal oleh setiap kalangan maka haruslah mengetahui bagian mana yang berfungsi menghubungkan HP ke jaringan Operator seluler diantaranya ialah SIM (Subcriber Identity Module) card, SIM card berfungsi menyimpan kunci pengenal Operator Telekommunikasi, Pada sisi Operator data ini disimpan pada database HLR (Home Local Register)

HLR adalah bagian basis data pada NSS di MSC berisi informasi pelanggan dan informasi setiap pengguna yang berlokasi dan terdaftar dalam sistem GSM di kota tempat MSC tersebut berada

Nah ada sebuah aplikasi Web yang bernama HLR lookup berfungsi untuk menemukan Lokasi dimana posisi Database SIM card yang akan dilacak berada, kunjungi Link dibawah lalu masukkan no SIM card yang akan dilacak, maka akan diketahui lokasi keberadaan HLR SIM card tersebut., Selamat mencoba.,, 🙂

Klik Link -> HLR Lookup | Akurat Sampai Digit Terakhir.

TELKOM sewakan Menara

Jakarta – Telkom melalui anak usahanya yang memiliki bisnis inti pembangunan dan penyewaan menara telekomunikasi, Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), membidik omzet Rp 1 triliun hingga akhir 2011 ini.

Nilai itu melonjak drastis. Sebab, pada posisi 2010, Mitratel hanya membukukan pendapatan senilai Rp 60 miliar. Selain pembangunan dan penyewaan menara, Mitratel juga menyediakan fasilitas telekomunikasi lainnya seperti repeater outdoor dan indoor (Inbuilding Cellular System/IBS).

Menurut Direktur Utama Mitratel Edy Irianto, nilai sewa satu menara jika diisi oleh empat operator telekomunikasi bisa mencapai Rp 2,1 miliar per bulan. Sedangkan kebutuhan menara setiap tahunnya mencapai tiga ribu unit.

“Target omzet Rp 1 triliun itu bisa dicapai jika pada akhir tahun ini kami memiliki tiga ribu menara dengan tenant sebanyak lima ribu unit,” kata dia di sela acara Telkom, Rabu (20/7/2011).

Hingga semester pertama 2011, Mitratel telah membangun 566 menara dan memiliki tenant sebanyak 1.263 unit. Pada Agustus nanti, lanjut Edy, akan dibangun 300 menara lagi. “Setiap hari ada 10 menara yang kita dirikan,” katanya.

Untuk merealisasikan pembangunan aset tersebut dialokasikan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun. Pemenuhan belanja modal berasal dari kredit perbankan, shareholder loan, equity call, dan kas internal.

“Kami baru saja menandatangani akad kredit dengan Bank BRI senilai Rp 1 triliun untuk pemenuhan belanja modal. Rencananya dana ini akan dialokasikan untuk membangun sekitar 1.662 menara,” jelasnya.

Strategi

Untuk membesarkan aset yang dimilikinya, Mitratel menjalankan tiga strategi, yakni membangun sendiri menara, mengakuisisi aset perusahaan penyedia menara, dan mengakuisisi perusahaan penyedia menara.
“Kami telah mendapatkan ijin dari induk usaha (Telkom) untuk mengakuisisi perusahaan penyedia menara. Jika menara yang dimilikinya banyak, kita lebih suka membeli perusahaan. Sebaliknya jika menaranya sedikit, kita hanya membeli asetnya saja,” jelas Edy.

Agresifnya perseroan membesarkan aset dan omset tak bisa dilepaskan dari keinginan untuk bisa melakukan Initial Public Offering (IPO) pada semester kedua 2012.

“Angan-angan kami demikian. Walaupun spin off 16 ribu menara milik Telkomsel belum terjadi, tetapi jika memiliki aset diatas tiga ribu menara itu sudah cukup seksi ditawarkan ke bursa. Mitratel ini adalah pemain ketiga terbesar di bisnis penyewan menara,” katanya.

Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menegaskan, Mitratel akan dijadikan oleh Telkom grup sebagai kendaraan dalam bisnis penyewaan infrastruktur.

“Perusahaan ini akan menjadi anak usaha terbesar berikutnya setelah Telkomsel. Sekarang boleh kontribusinya terhadap omset grup sekitar 1%, di masa depan tentu akan lebih besar. Apalagi pada 2012 Mitratel akan memiliki 4 ribu menara,” jelasnya.

Sementara Head of Corporate Affair Mitratel Adjat Sudrajat mengakui, bisnis penyewaan menara tetap menarik walau pertumbuhannya tidak setinggi periode 2004-2007 yang mencapai 50% setiap tahunnya.

“Sekarang pertumbuhannya sekitar 20%. Tetapi ini masih menjanjikan karena banyak operator baru yang bermunculan. Belum lagi kebutuhan untuk membangun di daerah-daerah,” jelasnya.

Mitratel dalam menjalankan bisnis penyewaan menara menjalankan dua fungsi. Pertama menyewakan menara yang dibagun sendiri. Kedua, mengelola dan menyewakan menara-menara yang dimiliki oleh Telkom dan Telkomsel.

( rou / eno )
Take in
(http://www.detikinet.com/read/2011/07/20/191150/1685599/328/sewakan-menara-telkom-bidik-rp-1-triliun?i991101105, diakses 21 Juli 2011)

Kabel E1, DDF, Dop dan Cable Striping

Kabel E1Media transmisi merupakan wadah penyaluran sinyal informasi baik itu Suara/ Voice, data berupa text, gambar, Video, dll

Media transmisi terbagi menjadi dua Guided (dipandu) dan Unguided (tidak dipandu), sesuai dengan namanya media yang dipandu merupakan media yang berupa fisik seperti kabel Tembaga (Coaxial, kabel E1, kabel UTP), Fiber Optic, dan media tidak dipandu yaitu udara atau disebut teknologi Wireless (Tanpa Kabel).

Nahh,, kali ini media yang akan dibahas yaitu Kabel E1, kabel yang sering ditemukan pada Jaringan Telekomunikasi menghubungkan antar perangkat Telekomunikasi seperti menghubungkan MSC (Main Switching Centre) to MGW (Main Gateway), MSC to BSC (Base Station Controler), BSC to TRC (Trascoder),

Pemasangan kabel E1 keperangkat menggunakan satuan E1, 1 E1 digunakan kabel 2 pair (4 bh kabel) 1 pair untuk Tx (transmit) dan 1 pair untuk Rx (Receive), dan satuan lainnya ialah

1 STM   = 63 E1 -> STM adalah kapasitas 1 module perangkat

1 E1       = 31 Time Slot -> Time Slot adalah jalur travic voice

HSL (High Speed Signaling link)

1 E1 dapat dilewati 2,048 Mbps, artinya 1 time slot memiliki kecepatan 64 Kbps

Menurut -> (http://id.wikipedia.org/wiki/E1) diakses 13 Juli 2011

“E1 atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 31 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik.

Saluran ini berbentuk saluran telepon khusus dan digunakan pada awalnya untuk sambungan trunk antar sentral telepon, namun sekarang mulai banyak disewakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk jalur komunikasi data.”

Ciri-ciri kabel E1

  1. Kulit luar sama seperti kabel LAN/UTP yang bewarna abu-abu
  2. lapisan ke-2 terdapat pembungkus alumunium foil
  3. lapisan ke -3 pembungkus plastik
  4. warna : Biru/Putih – Biru/Merah, Orange/Putih – Orange/Merah, Hijau/Putih – Hijau/Merah, Coklat/Putih – Coklat/Merah, Abu-abu/Putih – Abu-abu/Merah
  5. Terdapat kawat grounding

DDF

Terminal untuk Cross Connect kabel E1 disebut DDF, menghubungkan antara perangkat-perangkat Telekomunikasi yang menggunakan kabel E1 untuk media Transmisinya seperti menghubungkan MSC to TRC, MSC to BSC, BSC to Transmisi,

DDF mempunyai beberapa jenis :

  1. DDF K52
  2. DDF K57
  3. DDF LSA
  4. DDF 3M

lihat gambar fisik dari DDF :

DDF K52

Dop LSA

DDF LSA

 Dop

Alat yang basa disebut Dop ini berfungsi untuk mengCross Connect kabel E1 ke DDF, dan Cross Connect adalah istilah dari pemasangan kabel E1 ke DDF dengan menggunakan Dop, Dop juga mempunyai varian yang sama seperti DDF karena Dop bisa digunakan pada DDF dengan tipe yang sama, berikut gambar fisik dari Dop.

Dop K52

Dop K52

Dop K57

Dop K57Dop LSA

 

Cable Striping

Untuk mepermudah mengupas kabel E1 digunakan alat Cable Striping,

Cable Striping

Cable Striping

Antena Omni Indor

Salah satu antena yang sering digunakan dalam Telekomunikasi khususnya Telekomunikasi Seluler adalah jenis omni directional karena pola radiasinya menyebar kesegala arah, Antena terdapat pada sisi Pengirim dan Penerima, pada sisi Pengirim antena berfungsi memancarkan sinyal Informasi ke udara yang berupa gelombang Elektromagnetik, antena pada penerima akan menangkap sinyal yang terpancar di udara selanjutnya diteruskan kepada perangkat penerima untuk dirubah menjadi Informasi yang menyamai informasi yang disampaikan pada pengirim

Permasalahan yang sering terjadi dalam komunikasi nirkabel adalah opstacle yaitu adanya penghalang pandangan antara Pengirim dan Penerima, sinyal yang dipancarkan antena-antena pada Tower BTS tidak bisa sepenuhnya menembus Mobile Station yang berada di dalam gedung seperti Mal, Plaza, Gedung Perkantoran, dibawah ini merupakan gambar Antena Omni Indor dari berbagai Provider yang tepasang di dalam gedung

Nah.., untuk mengatasi masalah karena sulitnya mendapatkan sinyal HP ketika sedang berada dalam sebuah gedung, maka Provider-provider Telekomunikasi memasang jaringan penguat sinyal di dalam gedung, prinsipnya sama dengan repeater, antena Omni dipasang diberbagai sudut dalam gedung yang biasa di pasang di atas Plafon.